Kunjungan Menteri Pertanian Ke Sukoharjo

mentri-pertanian-1-300x199Dalam rangka mendukung program pemerintah Mewujudkan Swasembada Pangan Indonesia Tahun 2017 mendatang, Kementrian Pertanian (Kementan) bekerjasama dengan 6 Universitas Terkemuka di Indonesia. Salah satunya adalah Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Kerjasama dilakukan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Dirjen Tanaman Pangan Kementan dengan UGM.

Menurut Rektor UGM, Prof Dwikorita Karnawati, swasembada pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi pangan. Hal terpenting, menurutnya, masyarakat harus dibudayakan untuk mengonsumsi produk dalam negeri.

Selain itu juga dibutuhkan teknologi agar suplai berlebihan bisa dimanfaatkan untuk pengembangan produk lain seperti makanan tambahan dan lain-lain. Ada tiga bidang kerjasamayang ditandatangani, yakni pengembangan teknologi untuk peningkatan produktivitas pangan di tanah marjinal, kerjasama varietas produktivitas lebih tinggi dan pengembangan kapasitas melalui pendampingan petani.

Menurut Menteri Pertanian, Dr.Andi Amran Sulaiman, dalam kunjungan kerjanya di Desa Dalangan Tawangsari, Sukoharjo (27/1) persoalan mendasar pertanian Indonesia adalah egoisme sektoral, dimana penanganannya adalah peningkatan bantuan peralatan tani modern, tersedianya pupuk serta pembatasan bahkan penghentian impor beras dari luar menuju swa sembada pangan.

Kementrian Pertanian dengan peningkatan anggarannya menjadi 16.9 Trilyun Rupiah pada tahun 2015 telah menyiapkan ribuan alat tani modern seperti traktor, mesin tanam padi serta mesin panen padi. Untuk Pertanian Jawa Tengah telah tersedia bantuan traktor sebanyak 831 unit.

Menurut Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, Kementrian Pertanian siap memberikan bantuan pembangunan irigasi untuk 4500 Hektar sawah di Sukoharjo serta ketersediaan pupuk untuk lahan persawahan seluas 5000 Hektar dengan target diatas 10 Ton beras.

Sumber : sukoharjokab.go.id

Comments are closed.